Showing posts with label sebaiknya anda tau. Show all posts
Showing posts with label sebaiknya anda tau. Show all posts

Ingin Panjang Umur? Ini Caranya

Yale University dan University of California di Amerika, melakukan survei berkelanjutan terhadap 7.000 penduduk desa Alameda California, sedangkan pusat survei dan penelitian University of Michigan melakukan survei berkelanjutan terhadap lebih dari 2.700 orang selama 14 tahun, ketiga universitas tersebut berkesimpulan yang sama: "baik dan jahat mempengaruhi panjang pendeknya usia manusia”.

Para peneliti dalam topik studi "Bagaimana hubungan sosial mempengaruhi tingkat kematian manusia", secara mengejutkan menemukan bahwa: seseorang yang sangat suka membantu orang lain, dan hidup harmonis dengan orang lain, usianya secara signifikan lebih panjang daripada yang diperkirakan, terutama pada laki-laki; Sebaliknya, orang yang berniat hati jahat, egois serta tidak bisa hidup harmonis dengan orang lain, tingkat kematiannya lebih tinggi dari manusia normal sebesar 1,5-2 kali lipat. Perbedaan ras, tinggi rendahnya penghasilan, aktivitas olahraga dan gaya hidup, semua itu tidak dapat mempengaruhi kesimpulan benar ini yang bersifat umum. 


Dr Williams yang terkenal sebagai spesialis kardiovaskular di Amerika, sejak dini pada tahun 1958 sudah melakukan penelitian berkelanjutan terhadap 500 mahasiswa kedokteran. Setelah 25 tahun kemudian, ia menemukan, di antara mereka yang mempunyai sikap permusuhan yang kuat atau agak kuat terhadap orang lain, tingkat kematian kelompok ini mencapai 96%, Dalam kelompok tersebut orang yang terserang penyakit jantung ternyata lima kali lipat lebih besar dari orang lain. 

Dokter Brasil Martins mengadakan penelitian terhadap 583 pejabat korup yang menyalahgunakan kekuasaan untuk memperkaya diri, melalui pengamatan dan penelitian selama 10 tahun akhirnya ia menemukan: dibandingkan dengan pejabat yang bersih, kelompok pejabat korup tersebut 60% menderita penyakit berat atau meninggal. 


Penelitian medis modern menunjukkan bahwa orang yang berorientasi pada kebaikan, orang dengan taraf kondisi pikiran yang tinggi, perasaannya penuh kegembiraan, syaraf pusat otak dan pengaturan sistem endokrin normal, bagaikan "lonceng biologis" yang berputar secara teratur, ini pertanda kondisi mikroba dalam tubuh sangat stabil.


Tampaknya mengutamakan pembinaan moralitas seyogianya menjadi dasar untuk hidup sebagai manusia, terlebih merupakan landasan penting bagi perawatan diri. Dalam kitab kuno "Huang Di Nei Jing" disebutkan : "Hidup tanpa peduli pada nama dan keuntungan, memandangnya seolah tiada, hawa murni bangkit karenanya; pikiran terjaga secara intern, penyakit tidak ada celah untuk datang.

Hidup sesuai dengan kebenaran, apa adanya, selalu ceria tertawa sehat, murah senyum, selalu berpikiran positif. , Jalani hidup ini dengan kehangatan / antusias. Penuh semangat. Selalu bersyukur, membagi kasih. niscaya hidup lebih bernilai.

3 Langkah Agar Kamar Anak Rapi


Sangatlah jarang ditemui seorang anak dapat menjaga kamarnya sendiri tetap bersih. Kebiasaan ini menjadi hal yang memalukan bagi sebuah rumah.

Kamar yang pintunya selalu tertutup dan harus memberi peringatan pada orang lain agar tidak masuk ke dalam. Padahal, memelihara sebuah kamar yang rapi jauh memiliki keuntungan estetis. Anak-anak belajar bahwa keteraturan dan kerapian membuat mereka lebih mudah mencari segala sesuatunya, menyelesaikan pekerjaan rumah juga menjadi lebih cepat dan efisien.

Namun, mengapa tidak banyak anak yang dapat memelihara kamarnya tetap rapi? Mereka tidak memiliki pemahaman alami dalam proses keteraturan. Menghadapi tumpukan kaos kaki kotor, boneka-boneka binatang, tumpukan CD dan kertas-kertas pekerjaan rumah adalah sebuah hal yang menakutkan. Jika anak-anak tidak memiliki gambaran mengenai bagaimana cara membereskan tumpukan tersebut, maka tumpukan tersebut selamanya tidak akan dipindahkan.

Dan sebuah proses membersihkan biasanya menjadi sifat alami orang tua di mana tidak selalu masuk akal bagi seorang anak. Berikut metode sederhana yang dapat diterapkan dengan berhasil bahkan kepada anak kecil sekali pun.

Sebagai orang tua, tugas Anda adalah di dalam proses termasuk menyediakan beberapa tempat penyimpanan dan menjelaskan petunjuk-petunjuknya. Belilah atau cari wadah-wadah untuk penyimpanan, keranjang atau kotak plastik. Sediakan keranjang untuk pakaian kotor, sebuah kotak tempat mainan atau lemari buku serta sebuah wadah untuk sampah. Kemudian, berikan anak Anda tiga langkah mudah berikut agar kamar menjadi lebih rapi:

1. Berjalanlah di sekitar kamar dan buang semua barang yang berserakan, satukan ke dalam satu tumpukan besar di tengah-tengah kamar. Termasuk di dalamnya mainan, kertas-kertas, pakaian bersih dan pakaian kotor. Ini bagian yang menyenangkan!

2. Bersihkan permukaan perabot rumah, bereskan tempat tidur dan bersihkan kotoran yang berserakan di lantai sekitar pinggir kamar. Barang apapun yang ditemukan di sana juga diletakkan ke dalam tumpukan yang ada di tengah kamar. Nah! Daerah keliling kamar sudah nampak bagus!

3. Sekarang, pindahkan barang-barang dari tumpukan yang berada di tengah lantai. Kembalikan ke tempat di mana barang-barang tersebut seharusnya berada, baik itu di tempat sampah, keranjang pakaian kotor, lemari, tempat mainan, lemari buku atau tempat-tempat penyimpanan lainnya. Pakaian bersih dilipat rapi dan letakkan di dalam lemari pakaian.

Itulah yang harus dilakukan. Tugas (memindahkan kembali barang-barang yang tidak berada pada tempatnya kembali ke tempat seharusnya) yang dulunya menyebalkan menjadi lebih mudah ketika hanya terdapat satu tumpukan yang harus disortir. Ini adalah cara yang sangat mudah bagi setiap anak untuk menerapkan dan membangun awal yang baik untuk sebuah kebiasaan yang baik. Dan memberi mereka sebuah cara mudah mengambil dan menemukan barang miliknya serta bekerja di dalam lingkungan yang teratur sekaligus untuk menjaga kebersihan kamar mereka lebih lama.

Belajar bagaimana pendekatan dalam mengatasi sebuah masalah besar dan menemukan solusi mudah adalah sebuah keahlian yang akan tertanam di dalam diri anak Anda melalui tantangan-tantangan lain. (Sheryl Wood/ The Epoch Times/ mer) erabaru

Share/Save/Bookmark

KUCING HOKI


Ini patung kucing yang lucu. Bentuknya mungil dengan satu tangan yang terangkat ke atas. Yang menggemaskan, tangan si kucing selalu bergerak seolah sedang melambai. Para pedagang dan pemilik toko percaya, kucing berwarna putih atau keemasan, antara lain bertuliskan "mendatangkan uang memasukkan benda pusaka", ini bisa menarik pelanggan untuk datang dan berbelanja. Karenanya, patung kecil ini biasa diletakkan di dekat pintu masuk toko atau meja kasir.

Tapi harus saya katakan, ini hanyalah mitos. Ramai tidaknya sebuah pusat perbelanjaan bukan disebabkan oleh lambaian tangan patung seekor kucing, melainkan karena usaha dan kerja keras pemiliknya.

Menariknya, patung kucing yang sedang melambaikan tangan, itu sebenarnya berasal dari Jepang. Dikisahkan pada masa Edo (江戶) sekitar 1615-1623 Masehi, di Distrik Setagaya, wilayah Han Hikone terdapat sebuah kuil tua bernama Gotokuji (宏德寺). Pemimpin kuil memiliki seekor kucing bernama Gyoku (玉). Meskipun hidup kekurangan, ia tak pernah lupa memberi kucingnya makan.

Tetapi suatu malam, kepala kuil betul betul kehabisan makanan. Tanpa sadar ia berkata kepada kucingnya yang sedang tidur, "Kau tentu tahu betapa miskinnya kita, apakah kau memiliki jalan keluar?" Si kucing rupanya tidak sepenuhnya tidur, ia mendengar keluhan tuannya. Lalu tanpa mengeluarkan suara, kucing tersebut berjalan keluar.

Keesokan harinya hujan turun dengan lebatnya. Seorang pejabat bernama Li Naotaka (井伊直考) yang sedang berjalan jalan, berteduh di depan kuil. Tetapi di depan pintu ia dikejutkan oleh seekor kucing yang melambai lambaikan tangan kepadanya. Terbujuk rasa ingin tahu, ia mengikuti kucing tersebut masuk ke dalam menuju altar utama. Kilat menyambar, pohon di dekat pintu kuil, lalu tumbang.

Petinggi Li Naotaka yang merasa terhindar dari musibah berterima kasih kepada kucing dan menjadikan kuil tersebut sebagai tempat beribadah keluarga. Setelah Li Naotaka meninggal, kuil Gotokuji berganti nama menjadi Manekineko-do (豪德寺). Di kemudian hari, kuil yang menjadikan kucing sebagai dewa rezeki itu dikenal sebagai Kuil Kucing.

Menurut cerita, di daerah itu juga tinggal seorang nenek yang memelihara seekor kucing. Karena tidak bisa memberi makan, terpaksa ia memberikan binatang peliharaannya itu pada salah seorang kerabat. Tapi malamnya ia bermimpi, kucingnya itu menyuruh si nenek membuat boneka kucing supaya mendapatkan banyak uang.

Sang nenek menurutinya. Ia membuat patung kucing dan meletakkannya di altar. Dan entah bagaimana, kabar gembira datang silih berganti. Hidup si nenek tak lagi bergantung pada orang lain. Para tetangga yang mengetahui hal itu pun ramai ramai datang meminjam patung kucing. Karena banyak permintaan, si nenek meminta perajin membuat patung patung kucing yang sama. Ia lalu membuka sebuah toko khusus yang menjual patung kucing. Bisnisnya sangat laris dan terkenal hingga ke mana-mana!

Itulah asal-usul patung kucing melambai yang sekarang menjadi alat feng shui. Lalu setelah mengetahuinya, masihkah Anda menggantungkan keberuntungan pada patung seekor kucing?

Andrewongso.com

Ingin Panjang Umur? Ini Caranya


Yale University dan University of California di Amerika, melakukan survei berkelanjutan terhadap 7.000 penduduk desa Alameda California, sedangkan pusat survei dan penelitian University of Michigan melakukan survei berkelanjutan terhadap lebih dari 2.700 orang selama 14 tahun, ketiga universitas tersebut berkesimpulan yang sama: "baik dan jahat mempengaruhi panjang pendeknya usia manusia”.

Para peneliti dalam topik studi "Bagaimana hubungan sosial mempengaruhi tingkat kematian manusia", secara mengejutkan menemukan bahwa: seseorang yang sangat suka membantu orang lain, dan hidup harmonis dengan orang lain, usianya secara signifikan lebih panjang daripada yang diperkirakan, terutama pada laki-laki; Sebaliknya, orang yang berniat hati jahat, egois serta tidak bisa hidup harmonis dengan orang lain, tingkat kematiannya lebih tinggi dari manusia normal sebesar 1,5-2 kali lipat. Perbedaan ras, tinggi rendahnya penghasilan, aktivitas olahraga dan gaya hidup, semua itu tidak dapat mempengaruhi kesimpulan benar ini yang bersifat umum. 


Dr Williams yang terkenal sebagai spesialis kardiovaskular di Amerika, sejak dini pada tahun 1958 sudah melakukan penelitian berkelanjutan terhadap 500 mahasiswa kedokteran. Setelah 25 tahun kemudian, ia menemukan, di antara mereka yang mempunyai sikap permusuhan yang kuat atau agak kuat terhadap orang lain, tingkat kematian kelompok ini mencapai 96%, Dalam kelompok tersebut orang yang terserang penyakit jantung ternyata lima kali lipat lebih besar dari orang lain. 

Dokter Brasil Martins mengadakan penelitian terhadap 583 pejabat korup yang menyalahgunakan kekuasaan untuk memperkaya diri, melalui pengamatan dan penelitian selama 10 tahun akhirnya ia menemukan: dibandingkan dengan pejabat yang bersih, kelompok pejabat korup tersebut 60% menderita penyakit berat atau meninggal. 


Penelitian medis modern menunjukkan bahwa orang yang berorientasi pada kebaikan, orang dengan taraf kondisi pikiran yang tinggi, perasaannya penuh kegembiraan, syaraf pusat otak dan pengaturan sistem endokrin normal, bagaikan "lonceng biologis" yang berputar secara teratur, ini pertanda kondisi mikroba dalam tubuh sangat stabil.


Tampaknya mengutamakan pembinaan moralitas seyogianya menjadi dasar untuk hidup sebagai manusia, terlebih merupakan landasan penting bagi perawatan diri. Dalam kitab kuno "Huang Di Nei Jing" disebutkan : "Hidup tanpa peduli pada nama dan keuntungan, memandangnya seolah tiada, hawa murni bangkit karenanya; pikiran terjaga secara intern, penyakit tidak ada celah untuk datang. (Erabaru/akw)

6 Kebiasaan Yang Menggemukkan


Setiap pagi anda hanya menggunakan secangkir kopi menggantikan sarapan pagi, lalu bergegas ke kantor. Waktu makan siang, anda demi menghemat waktu, pergi ke restauran yang menyajikan makanan cepat saji, menyantap dengan lahap makanan itu.

Oleh karena letih setelah seharian bekerja, maka sore hari saat pulang ke rumah, anda akan melahap makanan lezat sebagai pengganti sarapan pagi yang terlewatkan, lalu duduk di depan TV, sambil menanti berakhirnya aktivitas dalam satu hari. Cara hidup yang demikian sangatlah umum.

Tapi apakah anda tahu, cara hidup yang demikian ini dapat membuat orang menjadi gemuk? Jika cara hidup anda benar seperti apa yang disebutkan di atas, maka jika anda menjadi gemuk itu tidaklah mengherankan.

Jadi, sebenarnya kebiasaan makan dan minum apa saja yang dapat membuat kita menjadi gemuk?

1. Makan makanan besar (pesta)

Di antara kita banyak orang yang disebabkan oleh berbagai macam alasan sering pergi ke undangan makan. Di dalam acara makan lalu sering kali makan hingga sangat kenyang, jika tidak demikian rasanya tidak bisa memaafkan diri sendiri.

Mereka tidak tahu hal inilah yang dianggap oleh para ahli sebagai faktor penting terjadinya kegemukan. Di dalam tenggang waktu yang sama, makan semakin banyak, waktu yang dibutuhkan untuk mencerna makanan juga semakin banyak. Namun makanan yang bisa dicerna itu sangat terbatas, terhadap makanan yang tidak dapat dicerna ini jika bukan dibuang ke luar tubuh, makanan ini akan ditimbun di dalam tubuh dalam bentuk lemak.

Sekarang hal yang paling umum dilakukan adalah makan lima hingga enam kali dalam sehari. Sebenarnya tindakan ini lebih beralasan. Makan semakin banyak kali, bisa membuat kalori dalam tubuh tersisa hingga 10%. Maka, jika anda pupuk kebiasaan makan semacam ini, mengurangi berat badan (diet) adalah hal yang sangat mudah.

2. Membiarkan diri kelaparan

Di Tiongkok ada satu ungkapan umum, “Satu Kali Pesta Bisa Kenyang Seharian”. Biasanya setelah pesta besar, lalu membiarkan diri kelaparan. Mengapa mengurangi makan juga menjadi satu hal yang buruk? Marilah kita bayangkan bahwa anda sedang terkurung dalam penjara, hanya ketika penjaga itu terpikirkan adanya anda di sana baru memberi anda makan. Maka ketika ada nasi yang diantarkan untuk anda, apa yang anda lakukan?

Makanan itu ditimbun! Karena anda sama sekali tidak mengetahui bahwa lain kali akan lewat berapa lama waktun lagi anda baru bisa mendapatkan makanan lagi. Prinsipnya sama, jika anda seringkali pesta besar makan minum, hal tersebut bisa secara langsung membuat kita menjadi gemuk.

3. Gula dan kafein

Memakan makanan yang mengandung gula terlalu tinggi, bisa meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh, hal tersebut bisa mendorong tubuh memproduksi terlalu banyak insulin, dan insulin memiliki pengaruh negatif bagi metabolisme tubuh. Pengaruh negatif semacam ini dimanifestasikan dengan adanya timbunan lemak yang lebih banyak dalam tubuh, dan semakin menjadi sulit untuk dibakar.

Pengaruh kafein dalam tubuh sama seperti gula, sama-sama bisa meningkatkan gula darah, mengurangi kecepatan terbakarnya lemak. Maka, jika anda ingin mengurangi kegemukan, lebih baik anda hindari gula dan kafein.

4. Tidak makan sarapan pagi

Sarapan pagi sangatlah penting bagi kita, hal ini dapat membantu menggerakkan metabolisme dalam tubuh. Setelah makan pagi dalam kurun waktu 8 jam, lemak dalam tubuh bisa dibakar dengan cepat. Jika kali pertama makan dalam satu hari ini diabaikan, metabolisme dalam tubuh bisa mengalami perusakan, maka akibatnya bisa anda bayangkan.

5. Makan terlalu cepat

Perlu anda ketahui, kenyang atau belumnya kita bukanlah usus dan lambung yang memberitahu anda, ialah otak anda yang mengeluarkan sinyal. Tetapi, sinyal yang disampaikan tubuh ke otak mengalami keterlambatan 20 menit.

Dengan kata lain, kenyataannya adalah pada saat anda sudah kenyang, setelah 20 menit anda baru merasa kenyang. Semakin cepat anda makan, semakin banyak pula makanan yang anda makan, karena anda sama sekali tidak memberikan kesempatan pada otak untuk memberitahu anda bahwa anda sudah kenyang. Maka, makan seharusnya di kunyah dan ditelam secara perlahan.

6. Tidak cukup minum air

Metabolisme memerlukan kadar air untuk membakar lemak, maka dari itu, jika tidak cukup minum air, juga bisa menyebabkan orang menjadi gemuk. Pada situasi yang normal, seseorang paling sedikit harus minum 8 gelas air dalam sehari.

Sebenarnya, mengurangi kegemukan bukan terletak pada berapa banyaknya anda memakan, tetapi terletak pada bagaimana cara anda memakan. Jika bisa memupuk kebiasaan makan dan minum yang baik, anda sama sekali tidak perlu melakukan diet yang berlebihan, atau memakan sejumlah obat mengurangi kegemukan yang hanya memboroskan uang. (The Epoch Times/lin)

Makanan Enak VS Makanan Nggak Enak


Pepatah lama mengatakan, “Saat lapar datang, apa pun dilakukan untuk mengisi 
perut”. Cerita berikut dapat lebih menyakinkan akan pernyataan ini.

Liu Nanyuan adalah menteri pekerjaan umum pada zaman Dinasti Ming (1368-1644). Saat pensiun, dia pulang kampung. Di kota kelahirannya, ada seorang pejabat daerah yang memiliki kekuasaan yang suka pilih-pilih dan cerewet soal makanan. Pejabat lebih rendah di daerah tersebut merasa tertekan ketika pejabat ini datang berkunjung. Liu Nanyuan berkata, pejabat itu pernah menjadi murid saya, dan saya akan menasehatinya.

Liu mengunjungi pejabat daerah yang cerewet itu dan mengundangnya makan malam ke rumahnya. Ia menambahkan lagi bahwa istrinya sedang ke luar kota dan ia tidak mempersiapkan sesuatu yang istimewa, lalu mengusulkan “Apa pendapat Anda tentang jamuan sederhana?” Karena protokoler (peraturan resmi) mencegah pejabat propinsi menolak undangan pejabat tinggi, pejabat itu mau datang memenuhi undangan mantan gurunya itu.

Saat berkunjung di rumah Liu, walau hari telah menjelang malam, masih tidak ada makanan, dan waktu terus berjalan. Pejabat ini menjadi sangat lapar. Ketika hidangan akhirnya datang, hanya tersedia sebakul nasi dan beberapa potong tahu. Saking laparnya, Liu dan pejabat itu masing-masing makan tiga mangkuk nasi, kemudian pejabat itu benar-benar kenyang, sampai-sampai tidak bisa makan lagi. Tak lama kemudian, barulah aneka makanan lezat dihidangkan, disertai anggur yang sangat baik. Singkatnya seluruh meja penuh dengan makanan lezat.


Namun sayang, pejabat itu terlalu kenyang untuk makan apa pun lagi. Liu Nanyuan 
mendesak tamunya untuk makan lebih banyak lagi, tapi pejabat itu menolak dengan berkata, “Duh, aku benar-benar kenyang.... Sudah tidak muat lagi.” Liu tersenyum dan berkomentar, “Anda lihat itu, tidak peduli apakah makanan lezat dan banyak serta mewah, atau hanya makanan sederhana yang bergizi, setelah kita kenyang, bahkan makanan paling enak pun tidak bisa memancing selera makan kita lagi. Perbedaannya terletak pada pemilihan waktu. Makanan disajikan dengan satu tujuan - untuk mengisi perut dan menghilangkan rasa lapar. Hanya orang-orang kurang bijaksana yang menuntut makanan spesial dan tidak menyadari bahwa mereka menyusahkan orang lain dengan tuntutan mereka dan menciptakan masalah bagi mereka."

Pejabat daerah tersebut menerima nasihat mantan gurunya dan tidak pernah lagi 
meminta makanan yang aneh-aneh. (Erabaru.net/snd)

Bekerja di Malam Hari Lebih Buruk dari Merokok



Agen Penelitian Kanker Internasional (IARC) baru-baru ini memutuskan untuk memasukkan poin mengenai bekerja pada malam hari ke dalam daftar pekerjaan beresiko kan-ker.

Dalam dafar tersebut juga termasuk sinar ultraviolet, karbon hitam, mesin pembuangan uap, zat-zat pewarna berbahaya, dan sebagainya. Dengan demikian karyawan memiliki hak untuk mendapat kompensasi bagi resiko pekerjaan tambahan saat mereka diharuskan lembur pada malam hari.

Ilmuwan Jepang dari University of Occupational and Environmental Health mengadakan sebuah eksperimen.

Mereka mengamati 14.000 orang selama 10 tahun. Penelitian tersebut mengungkapkan bahwa karyawan yang bekerja dengan jam kerja fleksibel lebih banyak menderita kanker prostat dibanding mereka yang bekerja dengan jam kerja standar.

Pakar Denmark dari Institute of Cancer Epidemiology memeriksa 7.000 wanita berusia 30 hingga 54 tahun. Diketahui bahwa para wanita yang bekerja setidaknya selama enam bulan lamanya pada malam hari memiliki peluang lebih tinggi mengidap tumor payudara.

Richard Stevens, seorang professor dari Connecticut University Health Center merupakan ilmuwan pertama yang mengamati interkoneksi antara bekerja malam hari dan kanker payudara pada tahun 1987.

Ilmuwan menyelidiki alasan merebaknya kanker payudara pada tahun 1930-an, di mana saat itu banyak perusahaan yang mulai menetapkan 24 jam kerja penuh sehari dengan mempekerjakan wanita sebagai buruh siang dan malam.

Mereka yang sering lembur malam hari juga memiliki resiko lebih tinggi terkena penyakit jantung. Para ilmuwan dari University of Milan memeriksa 22 ahli logam pria yang memiliki jam kerja berbeda setiap minggunya.

Pengamatan harian kerja jantung mereka menunjukkan bahwa rata-rata detak jantung dan aktivitas sistem yang berhubungan dengan hormon tidak mengalami perubahan saat bekerja pada malam hari. Dengan kata lain, orang-orang tersebut sadar dan bekerja walaupun kerja jantung dan pembuluh darah berkurang seperti layaknya saat mereka tidur. Hal ini berarti aktivitas ketegangan dan fisik berada di luar batas kekuatan mereka saat malam hari.

Kepala penelitian Rafaello Furlan percaya bahwa tubuh manusia tidak dapat beradaptasi dengan aktivitas malam hari, yang sesudahnya dapat berakibat pada penyakit jantung. Namun, para ilmuwan belum mengetahui pastinya mekanisme penyakit ini akan muncul pada saatnya.

Ilmuwan menyampaikan beberapa teori yang menjelaskan dampak negatif bekerja malam hari terhadap kesehatan manusia.

Pertama dan yang terpenting, seorang manusia merupakan mahkluk yang hidup pada siang hari. Bekerja pada malam hari dan tidur saat siang hari mengganggu bioritme harian dan rentan terkena berbagai penyakit.

Organisme manusia memproduksi melatonin, yaitu hormon tidur, pada malam hari. Hormon ini mengatur ritme biologis sama seperti hormon-hormon lainnya. Apabila seseorang tidak tidur pada malam hari, sistem akan mengalami penyimpangan. Gaya hidup malam hari membuat sulit diri sendiri.

Penduduk di wilayah utara sering menderita polar tension syndrome (sindrom yang sering dialami penduduk kutub utara), yang diakibatkan musim dingin gelap yang panjang, kurangnya vitamin, kondisi iklim yang buruk dan musim panas yang sangat jarang. Kekurangan sinar matahari merupakan cobaan serius bagi seorang manusia. Akan menyebabkan depresi, seringkali tidak diketahui oleh si pen-derita.

Konsekuensi negatif bekerja malam hari tidak berakhir di sini. Nausea, gangguan lambung, sakit perut, diare dan hilangnya nafsu makan merupakan berbagai keluhan umum yang sering dialami karyawan yang bekerja malam.

Tidur yang baik sangat dianjurkan agar fungsi perut bekerja normal. Kerja malam membingungkan jam kerja biologis tubuh, untuk mensinkronisasikan konsumsi makanan dan pencernaan.

Pada akhirnya, kerja malam sering memisahkan orang-orang dari keluarga dan teman-teman mereka, menciptakan situasi tertekan. (val/Epochtimes/pravda.ru)

dr ERA BARU

Lagu Keras Membuat Orang Bermusuhan

From Erabaru new

Meskipun lagu yang cenderung bernada keras (kekerasan) hanya menimbulkan dampak sementara terhadap perasaan hati semua orang, namun orang yang gemar mendengar lagu-lagu seperti ini dalam jangka waktu yang panjang, secara tidak langsung mengakibatkan pergaulannya di lingkungan masyarakat dipenuhi dengan sikap bermusuhan.

Perhimpunan Psikologi Amerika (APA) telah mengumumkan sebuah hasil penelitian, yakni menemukan bahwa lagu yang mengandung nada kekerasan bisa membangkitkan rasa kekerasan, adapun penyebab langsung timbulnya perasaan seperti ini adalah nada kekerasan dari lirik lagu tersebut. Hasil penelitian yang dimuat dalam Journal of Personality and Social Psychology (Humanity and Social Psychology) pada bulan Mei lalu sangat berbeda dengan pengertian masa lalu. Dahulu orang beranggapan, bahwa mendengarkan musik yang menghentak-hentak dan keras dapat memberikan semangat hidup, bisa membantu melepaskan perasaan tertekan. Namun sekarang, semua ini tampaknya seperti menipu diri sendiri dan juga orang lain.

Tim peneliti dari Universitas Iowa dan sumber daya manusia Texas, Amerika Serikat telah melakukan 5 macam rangkaian percobaan terhadap 500 siswa kejuruan tingkat atas dan menengah. Mereka meminta 7 orang menyanyikan 7 buah lagu yang mengandung nada kekerasan, dan 8 buah lagu yang tidak mengandung nada kekerasan. Saat para siswa selesai mendengarkan lagu-lagu tersebut, petugas peneliti meminta mereka menyelesaikan berbagai macam tes psikologi yang berhubungan dengan rasa kekerasan, misalnya, pada pengetesan pertama, memisahkan kata yang mengandung kekerasan, kemudian yang tidak mengandung kekerasan, misalnya batu, pentung kayu dan lain-lain.

Untuk menjamin hanya lirik lagu yang menimbulkan atau membangkitkan efek, maka di antara 3 tes tersebut, tidak peduli apakah lagunya mengandung kecenderungan kekerasan atau tidak semuanya dinyanyikan oleh orang yang sama, dan menggunakan bentuk musik yang sama. Dan untuk menghilangkan dampak perbedaan kekuatan eksitasi pada lagu tersebut, maka pada dua pengetesan lainnya, petugas peneliti telah menguji kekuatan eksitasi (kegairahan) pada lagu-lagu tersebut. Hal yang sama juga mereka telah mempertimbangkan kecenderungan memusuhi pada watak individual siswa tersebut. Penelitian ini termasuk beberapa lirik lagu humor pada lagu yang cenderung bernada kekerasan, maksud lagu yang diteliti seperti ini hubungannya dengan perasaan kekerasannya.

Hasil lima percobaan menujukkan, bahwa setelah selesai mendengarkan lagu keras, para siswa lebih mudah mengartikan acuan kata yang digolongkan ke dalam kelas kata kekerasan, cepat membaca kata-kata dan ungkapan kekerasan, lebih cepat dibandingkan membaca kata-kata dan ungkapan lainnya, lagi pula cenderung menghafalkan kata-kata yang mengandung kekerasan. Para peneliti mengatakan bahwa lagu bernada kekerasan membuat orang yang mendengar sudah bisa menimbulkan permusuhan tanpa perlu terpancing lebih dulu. Kesimpulan ini tidak ada hubungannya dengan kekuatan eksitasi jenis musik, penyanyi, dan lagunya. Bahkan lirik lagu jenaka, pada lagu yang mengandung nada kekerasan juga bisa membangkitkan rasa kekerasan.

Lagu yang mengandung nada kekerasan menimbulkan perasaan kekerasan, kesimpulan ini memiliki makna yang realistis terhadap pengurangan gejala kekerasan dalam masyarakat. Crouck Anderson dari Universitas Iowa mengatakan, bahwa perasaan kekerasan membawa selapis warna kekerasan dalam pergaulan normal masyarakat, akibatnya adalah ucapan atau tingkah laku semakin mencerminkan reaksi kekerasan, meningkatnya perasaan kekerasan merupakan pertentangan psikologis sosial. Sebaliknya, sikap yang ramah justru bisa mengecilkan masalah yang besar dan meniadakan masalah yang kecil.

Peneliti mengatakan, bahwa jika ingin memastikan dampak lirik lagu yang mengandung nada kekerasan terhadap sikap kekerasan masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut. Mereka mengatakan, meskipun lagu bernada keras hanya menimbulkan dampak sementara terhadap perasaan hati orang, namun mendengar lagu ini dalam jangka waktu panjang membuat orang suka bertengkar dan berkelahi, sehingga pergaulannya di lingkungan masyarakat dipenuhi sikap bermusuhan.

Penelitian ini dan penelitian media hiburan lainnya yang berhubungan dengan nada kekerasan, menghasilkan sebuah kesimpulan yakni bahwa isi hiburan adalah sangat penting. Doktor Anderson mengatakan, bahwa informasi ini sangat penting bagi semua konsumen terlebih lagi bagi kepala keluarga yang mempunyai anak-anak remaja di rumah. (erabaru.net)*