Showing posts with label terapi. Show all posts
Showing posts with label terapi. Show all posts

Tertawa Bisa Meningkatkan Nafsu Makan

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth


img
Ilustrasi (foto: bradlaughs)
Jakarta, Apabila tidak punya waktu untuk berolah raga, sempatkanlah untuk tertawa. Dalam beberapa hal rajin tertawa bisa disamakan dengan rajin olah raga, karena efek yang dihasilkan hampir setara.

Dilansir dari Sciencedaily, Selasa (27/4/2010), sebuah penelitian pribadi pernah dilakukan pada tahun 1970-an oleh Norman Cousin, orang awam yang pernah merasakan manfaat tertawa. Ia menyimpulkan bahwa humor dan tawa bahagia bisa memperbaiki kesehatannya, dan kesimpulan tersebut dimuat di New England Journal of Medicine.

Dr. Lee S. Berk dari Loma Linda University, berkolaborasi dengan Dr. Stanley Tan tertarik untuk menindaklanjutinya. Sejak tahun 1980-an, mereka mengembangkan penelitian yang telah dirintis Cousin tersebut.

Hasilnya adalah, tawa terbukti mampu mengoptimalkan produksi hormon pada sistem endokrin. Kadar kortisol dan epinefrin berkurang, dan inilah yang menyebabkan stres berkurang. Tawa juga bisa meningkatkan sistem imun dengan memacu produksi antibodi.

Dalam penelitian tersebut mereka sekaligus memperkenalkan Laughercise, sebuah rangkaian tawa yang diklaim punya efek setara dengan olahraga ringan. Selain meningkatkan mood dan mengurangi hormon stress, Laughercise mampu meningkatkan sistem imun. Efek lainnya adalah menurunkan kadar kolesterol jahat (HDL) serta tekanan darah dan menaikkan kadar kolesterol baik (LDL).

Mempengaruhi Nafsu Makan

Baru-baru ini, Berk kembali meneliti efek tawa pada tubuh manusia. Kali ini ia mengajak rekannya di Loma Linda University, Dr. Jerry Petrofsky. Tujuannya adalah melihat pengaruh eustress (tawa bahagia) dan distress (perasaan susah) terhadap nafsu makan.

Dalam penelitian yang berlangsung selama 3 minggu ini, mereka melibatkan 14 orang relawan. Secara acak, partisipan dipertontonkan video berdurasi 20 menit dengan jeda masing-masing 1 minggu untuk menghilangkan efek video sebelumnya.

Untuk memunculkan efek distress, Berk memutarkan cuplikan dari 20 menit pertama film Saving Private Ryan. Sementara untuk eustress, relawan dibebaskan memilih video lucu apa saja sesuai selera humor mereka, dengan durasi yang sama yakni 20 menit.

Sebelum dan sesudah menonton video, tekanan dan sampel darah para relawan diamati. Dua hormon yang mempengaruhi nafsu makan yakni leptin dan ghrelin diamati dari serum yang telah dipisahkan dari sampel darah.

Dari pengamatan terhadap relawan yang menonton video distress, Berk tidak menemukan perubahan pada tekanan darah maupun kadar hormon. Sementara pada relawan yang menonton video eustress, tekanan darah dan kadar hormon berubah.

Perubahan tersebut adalah, kadar leptin turun sementara ghrelin meningkat. Menurut Berk, efek yang sama juga diperoleh ketika orang melakukan olahraga ringan yang disebut-sebut bermanfaat untuk meningkatkan nafsu makan.

Berk memang tidak menyimpulkan bahwa tertawa bisa meningkatkan nafsu makan. Namun menurutnya penelitian ini membuka kemungkinan untuk menemukan solusi pengatasan masalah nafsu makan, terutama bagi mereka yang tidak bisa rutin berolahraga.

Misalnya pada lansia, depresi dan kurangnya aktivitas fisik sering berdampak pada menurunnya nafsu makan. Hal ini sering memicu nyeri kronis, dan menurunnya kondisi kesehatan secara umum. Hal yang sama juga dialami janda atau duda yang baru saja ditinggal pasangannya.
(up/ir)

Inilah Multikhasiat Jalan Kaki


Liputan6.com: Nilai masing-masing olahraga tak selalu sama. Mungkin yang satu terbukti ampuh untuk mengencangkan otot, sedangkan yang lain baik untuk membakar kalori atau membentuk otot. Karena itu, kita sering dianjurkan untuk memvariasikan pilihan olahraga sehari-hari supaya semua manfaatnya bisa kita dapatkan.

Dari sekian banyak jenis olahraga yang tersedia, jalan kaki menjadi salah satu olahraga yang memiliki khasiat terbanyk. Manfaatnya diumumkan oleh situs kesehatan ternama webmd dalam artikel 7 Most Effective Exercises. Mau tahu bukti apa saja yang diberikan dari khasiat berjalan kaki? Ini beberapa penjelasannya.

Pertama, memperkecil risiko kanker. Menurut Dr. Lifang Hou, ilmuwan dari National Cancer Institute di Bethesda, Maryland, berjalan kaki, joging, bersepeda, semuanya dapat memperkecil risiko kanker usus, yang penting dilakukan setiap hari dan terus menerus. Selain itu bonus yang didapat selain terhindar dari kanker adalah meningkatnya kekebalan tubuh. Detoksifikasi yang terjadi saat tubuh kita bersimbah keringat, dapat meningkatkan sistem kekebalan.

Kedua, menyehatkan jantung. Di saat kaki dan tangan terasa kaku, persendian nyeri, dan ujung-ujung jari kedinginan, bisa jadi itu salah satu tanda sirkulasi darah yang tidak lancar. Hal seperti ini tidak boleh dianggap remeh. Karena, pembuluh darah yang tersumbat akan mengangggu kerja jantung.

Tak perlu melakukan operasi pelebaran pembuluh darah untuk mengatasinya. Lebih baik tempuhlah cara sederhana seperti yang dianjurkan Edward R. Laskowski, MD., yaitu rutin berjalan kaki. Menurutnya, saat kita berjalan, terjadi proses pembakaran di tubuh yang salah satunya adalah lemak yang menyumbat pembuluh darah ke jantung.

Bonus yang didapat adalah risiko stroke berkurang karena pembuluh darah lancar, laju oksigen menjadi leluasa. Informasi ini didapat dari penelitian Harvard School of Public Health, Boston. Laporan penelitian menyebutkan orang yang berjalan kaki selama 30 menit setiap hari, risiko strokenya berkurang 20-27 persen.

Ketiga, merasakan 30 tahun lebih muda. Sering berjalan kaki, penampilan pun tampak lebih muda 30 tahun. Ini karenak kecukupan oksigen yang diperlukan untuk memelihara kesegaran sel-sel tubuh. Plus, membantu mengaktifkan produksi kolagen yang menjaga kelembapan kulit.

Olahraga seperti jalan kaki dapat memperlancar sirkulasi oksigen dan peredaran darah. Dengan darah yang lancar, nutrisi ke seluruh jaringan kulit tidak akan terhambat. Kelancaran oksigen dan nutrisi adalah dua syarat penting dalam proses produksi kolagen. Di dalam penelitian terbukti pembuluh darah wanita usia 60 tahun, ternyata bisa sama sehatnya dengan wanita usia 28 tahun, asal sejak muda rutin berjalan kaki selama 40 menit setiap hari.

Bonus yang didapat adalah umur semakin panjang. Informasi yang dimuat dalam New England Journal of Medicine, menyebutkan bahwa berjalan kaki sepanjang 3,5 km
per hari dapat menurunkan angka kematian lansia. Pasalnya, jika sel-sel tubuh sehat, otomatis kerja organ-organ penting pun terganggu. Ini sama artinya dengan umur yang lebih panjang. (www.preventionindonesia.com/RST/YUS)

Tip cara melenyapkan rasa stress yang ces pleng..... dengan METODE MAAF dan IKHLAS



Keinginan kuat untuk sembuhlah, yang menyembuhkan.

Seorang ibu peserta pelatihan kami “Executive Camp” dari Lampung, terbengong-bengong bingung, bagaimana mungkin sakit pening berat di leher kanan, yang cukup lama dideritanya mendadak lenyap begitu saja, setelah melakukan terapi “Maaf + Ikhlas” yang saya pandu.

Apakah saya yang menyembuhkannya? Tentu saja tidak. Keyakinan ibu tersebutlah yang menyembuhkan sakit yang dideritanya. Keinginan kuat dari ibu tersebut, untuk sembuhlah yang menyembuhkannya. Saya hanyalah berbagi ide saja. Ya, hanya sebuah ide yang bisa cocok untuk ibu tersebut, yang semoga juga bisa cocok untuk Anda.

Kita tidak tahu pesan Alam Bawah Sadar kita

Tubuh kita sering mengkomunikasikan sesuatu pada kita, namun kita tidak tahu. Alam bawah sadar kita mengirimkan pesan untuk kita dalam rupa rasa sakit, tapi kita obati rasa sakit tersebut, kita “paksa” untuk hilangkan rasa sakit itu dengan berbagai obat. Padahal alam bawah sadar kita memunculkan rasa sakit, karena berawal dari rasa marah yang belum terselesaikan, tapi kita “save” di ulu hati. Rasa benci kita “simpan” di pencernaan.

Karena kita “tidak atau belum” pernah belajar cara alam bawah sadar kita berkomunikasi dengan kita, yaaa makin bingunglah kita saat mengalami sebuah rasa yang nggak nyaman dalam diri kita ini. Strategi yang kita miliki, hanyalah menelan obat pereda rasa sakit atau Pain Killer, yang akhirnya kitapun ikut jadi “Killer” atau pembunuh untuk diri kita sendiri he he he…

Rasa Sakit adalah Pesan Alam Bawah Sadar

Jika kita setuju dan meyakini bahwa rasa sakit adalah pesan dari alam bawah sadar kita, maka jauh lebih baik kita intropeksi ke dalam diri dan bertanya ke dalam diri, apa maksud alam bawah sadar kita dengan adanya sakit tersebut.

Ini akan sangat membantu penyembuhan dari dalam diri, dari pada kita mencari penyebab rasa sakit yang kita alami tersebut, di luar diri kita. Karena memang alam bawah sadar manusia sangat jenius, sangat pandai, sangat pintar, sangat kreatif. Tuhan sungguh telah memberikan rahmat yang luar biasa dalam tubuh manusia ini.

Baiklah, saya akan berbagi ide yang sangat sederhana, bagaimana kita “menyembuhkan” diri sendiri dari berbagai rasa sakit, dengan cara berkomunikasi langsung ke alam bawah sadar kita.

Berikut ini tahapan Terapi Diri Maaf + Ikhlas:

Sebelum Anda melakukan teknik terapi “Maaf + Ikhlas” ini, yakinkan diri Anda bahwa begitu mudahnya teknik ini, sehingga Anda sendiri bisa melakukannya, bahkan sangat mudah juga Anda ajarkan ke orang lain yang sekiranya membutuhkan.

1. Sentuh dengan telunjuk + jari tengah

Pada bagian tubuh yang sedang dirasa sakit, mungkin kepala bagian belakang, leher, dada, perut, kaki atau bagian manapun, sentuhlah dengan jari telunjuk dan jari tengah Anda, boleh gunakan tangan kiri, boleh gunakan tangan kanan. Bebas saja, ikuti pilihan hati Anda, karena itu tangan Anda sendiri he he…

Mengapa harus dengan 2 jari ini?

Nah, kalau ini sungguh saya juga tidak tahu he he, sungguh. Namun, seringkali tiba-tiba ide muncul begitu saja dalam benak saya, saat menghadapi sebuah situasi di lapangan. Mungkin karena niat saya yang kuat untuk membantu, mungkin… Sungguh saya “belum” tahu mengapa sentuhan paling jitu, “harus” dengan jari telunjuk dan jari tengah. Jadi, maaf saya belum punya jawaban yang “ilmiah”, yang menurut saya tidaklah terlalu penting mengapa.

2. Katakan “Maaf”

Bernafaslah lebih perlahan, makin perlahan sampai sangat perlahan, sebelum melakukan tahap ke dua ini. Lalu, lanjutkan dengan mengatakan maaf.

Ya, katakan maaf pada bagian tubuh yang dirasa sakit, yang Anda sentuh dengan jari telunjuk dan jari tengah tadi. Sampaikan dengan sungguh-sungguh. Boleh diucapkan, boleh dalam hati. Jangan keras-keras, nanti disangka “edan” oleh tetangga he he…

Katakan maaf, karena selama ini kita tidak memahami apa maksud pesan yang ingin disampaikan oleh alam bawah sadar kita sendiri, melalui rasa sakit itu. Sehingga pesan itu terabaikan. Sekali lagi katakan maaf dengan sungguh-sungguh. Contoh:

“Maaf ya leher yang sakit, saya mengabaikanmu selama ini”

“Maaf ya pundak yang sakit, saya tidak memahami maksud rasamu selama ini”

“Maaf ya mata yang perih, saya tidak memahami pesanmu selama ini”

“Maaf ya perut, saya salah makan yang tidak sesuai dengan kebutuhanmu hari ini atau selama ini”

“Maaf ya kaki, saya bekerja terlalu keras hari ini”

Boleh gunakan kalimat lain yang bergaya bahasa Anda sendiri, seperti bicara dengan teman saat kecil, seperti bicara dengan seorang sahabat.

Lalu, amati bagian tubuh yang Anda sentuh tersebut, bagaimana rasanya sekarang? Amati dan amati saja. Setelah itu, lanjutkan ke langkah berikutnya…

3. Bertanggung Jawablah

Sambil terus menyentuh bagian tubuh yang sakit, katakan pada bagian yang sakit tersebut bahwa: “Aku bertanggung jawab atas rasa sakit kamu”.

Bukanlah tidak akan ada asap, jika tidak ada api. Bagaimana bisa ada buah, jika kita tidak menanam sebuah bibit. Di dunia ini ada hukum sebab-akibat. Bertanggungjawablah pada “Sebab”-nya. Mungkin sebuah keputusan yang keliru di masa lalu, mungkin sebuah marah yang belum terselesaikan. Mungkin, sebuah kekecewaan yang tersimpan.

Kuncinya adalah mengambil tanggung jawab dari rasa sakit tersebut. Bahwa kita pernah salah, bahwa kita pernah keliru, bahwa kita pernah kotor di masa lalu…

Lalu, amati bagian tubuh yang Anda sentuh tersebut, bagaimana rasanya sekarang? Amati dan amati saja. Setelah itu, lanjutkan ke langkah berikutnya…

4. Terima atau lepaskan dengan ikhlas

Nah, sekarang ada 2 pilihan. Tanya ke alam bawah sadar Anda apakah sakit ini adalah bagian yang harus diterima, cukup seperti bertanya: “Apakah rasa sakit ini adalah bagian yang harus aku jalani?”. Jika terasa ada jawaban “ya” dari dalam diri Anda, maka:

Tariklah nafas panjang yang dalam, sebagai sarana menerima rasa sakit yang Anda sentuh tadi dengan ikhlaaas… Lakukan beberapa kali sampai benar-benar terasa ikhlas. Tahapan ini dikombinasikan dengan doa-doa yang sesuai dengan iman keyakinan Anda, tentulah sangat membantu.

Pilihan ke 2, bila sakit itu bukanlah milik kita, mungkin dapat “kiriman kado” he he… Ya, sudah lakukan saja:

Buanglah nafas yang panjang, sebagai sarana melepaskan rasa sakit yang Anda sentuh tadi ke alam semesta yang demikian luasnya. Kata alam semesta bisa Anda ganti menjadi: Tuhan, Allah atau sebutan lainnya yang selaras dengan iman keyakinan Anda. Terus lakukan beberapa kali sampai benar-benar terasa ikhlas untuk dilepaskan. Diiringi dengan doa akan makin mantaaap…

Sekarang, amati lagi bagian tubuh yang Anda sentuh tersebut, bagaimana rasanya sekarang? Amati dan amati saja. Setelah itu, lanjutkan ke langkah berikutnya…

5. Berterimakasih

Nah, ini bagian yang terpenting dalam teknik terapi diri ini yaitu berterimakasih pada alam bawah sadar Anda. Ya, berterimakasihlah dengan sangat sungguh-sungguh. Lakukan seperti Anda ngomong: “Terima kasih ya, terima kasih…” pada bagian tubuh yang Anda sentuh tadi. Boleh dilanjutkan dengan berdoa sesuai iman Anda.

Baik juga setelah sesi terapi “Maaf + Ikhlas” ini selesai dilakukan, Anda tidur sejenak, tidurlah jika tubuh Anda ingin Anda tidur. Tidurlah…

Oh ya, jangan lupa untuk melepaskan sentuhan jari Anda dari bagian rasa sakit di tubuh Anda tadi, setelah terapi ini he he…

Sakit bagian tubuh apa saja yang bisa sembuh dengan teknik terapi ini?

Sungguh sangat banyak cerita tentang keberhasilan ide sederhana ini. Saya agak sungkan untuk membagikannya karena seperti “Kok, bisa ya?”. Biarlah Anda sendiri yang memetik manfaatnya. Rasakan sendiri saja. Buktikan sendiri saja.

Semoga ide terapi “Maaf + Ikhlas” ini dapat melengkapi koleksi terapi diri untuk Anda sendiri, maupun untuk orang lain. Mungkin saja, ide terapi ini belum pas untuk sebuah situasi sakit tertentu, tidak apa-apa juga. Anda bisa kombinasikan dengan ide terapi diri lainnya. Ini hanyalah salah satu ide pelengkap saja. Yang siapa tahu berguna dan berhikmah…

Harapan Akhir Cerita

Karena seringkali saya mendapat ilham dengan tiba-tiba dan gratis dari DIA, maka artiklel inipun bebas untuk di-copy dan disebarluaskan, agar makin banyak orang yang bisa mendapat manfaatnya.

Ya, Allah terima kasih atas begitu banyaknya berkah yang saya terima selama hidup ini, semoga dengan tulisan ini, berkah itu terus tersebarkan…

Jakarta, 4 september 2009

Krishnamurti – Di atas pesawat Palembang menuju Jakarta, lanjut ke Medan.

8 Cara Menuju Hidup Sehat

1.Hanya orang sinting yang mau mengirim sms atau memoles bibirnya dengan lipstik sambil menyetir mobil. Itu semua merupakan penyebab mengapa kecelakaan mengakibatkan kematian di negara ini.

Maka lindungi diri sendiri dan anak-anak anda dari kecelakaan konyol yang seharusnya tidak terjadi. Pasang alarm asap dan karbon monoksida di rumah anda, jauhkan produk beracun dari jangkauan anak-anak, kenakan baju pelampung saat naik perahu, gunakan helm saat bersepeda motor. Jangan jadi orang yang acuh! Dan waspadalah terhadap orang-orang sinting ini.

2. Bila hari ini anda tidak berolahraga, anda mungkin merasa tangan anda terbelenggu dalam sebuah toples. Tapi saya akui bahwa saya benci pada gerakan yang diulang-ulang seperti jogging atau berjalan di atas treadmil, dan saya menghindarinya. Keputusan ini mungkin merugikan untuk kesehatan saya.

Tetapi saya pikir jawabannya adalah selalu aktif bergerak dan hindari gerakan yang berbahaya. Maka saya memutuskan berjalan kaki setiap minggu. Sementara saya masih terus menerapkan aktivitas jalan kaki, mereka yang lebih muda dari saya menderita keseleo lutut atau pinggulnya karena latihan yang berulang-ulang pada sendi ketika jogging dan latihan beban lainnya.

3. Hentikan makanan cepat saji, ganti dengan makanan rendah gula untuk sarapan. Itu lebih aman. Mulailah sarapan pagi dengan sereal yang mengandung 14 gram serat. Sebuah studi dari Harvard University menunjukkan pilihan ini mengurangi resiko penyakit jantung dan kegemukan. Selain itu serat juga membantu mencegah sembelit.

4. Popeye, the sailor man, benar tentang bayamnya. Bayam dan sayur hijau tua kaya akan antioksidan dan baik untuk mencegah katarak, menurut laporan Ohio State University.

Studi yang lain menunjukkan bahwa ‘folat’ (sejenis vitamin B) juga ditemukan pada sayuran berdaun hijau, menurunkan resiko stroke. Sering kita mendengar perkataan berulang-ulang mengenai pentingnya mengkonsumsi semua jenis sayuran. Tambahk lauk ikan untuk memperoleh omega-3 asam lemak juga adalah sebuah cara yang baik.

5. Jika kita dapat menghentikan kebiasaan dan menghimbau setiap orang untuk semakin rajin mencuci tangan, hal ini akan menurunkan penyebaran penyakit yang disebabkan infeksi. Juga dapat mempersiapkan pencegahan wabah epidemi berikutnya yang akhirnya akan menyerang dan membunuh ribuan orang.

6. Konsumsi setidaknya 500 miligram vitamin C tiap hari. Vitamin C merupakan antioksidan utama, yang terbukti menunjukkan penurunan resiko terhadap masalah penuaan seperti katarak. Baru-baru ini studi observasi yang dilakukan Dr. Sydney Bush, seorang dokter mata berkebangsaan Inggris, menunjukkan bahwa vitamin C dosis tinggi (3.000-6.000mg) perhari dapat mengembalikan atherosclerosis.

Adalah sebuah ironi bila puluhan juta dolar dihabiskan untuk meneliti kolesterol, tetapi untuk studi vitamin C harus meminta dana. Ingat bahwa hewan dapat memproduksi vitamin C sendiri dalam tubuhnya sementara manusia tidak memiliki kemampuan tersebut. Inilah mungkin alasan mengapa serangan jantung menjadi pembunuh nomor satu manusia.

7. Jangan makan obat melebihi kebutuhan. Benar kata Napoleon kepada dokternya di pulau St. Helena, “Makan satu dosis obat sekali dan kemungkinan anda akan diharuskan makan 100 lagi sebagai tambahan setelah itu.” Ingat anda tidak akan pernah bebas dengan obat-obatan.

8. Tidur yang cukup. Sejumlah studi menunjukkan tidur delapan jam cukup untuk mempertahankan kesehatan. (dta/The Epoch Times)

Senam – Terapi Tertawa


Kita tertawa kalau kita merasa bahagia atau merasa, melihat, membaca, mendengar sesuatu yang lucu.

Anak dibawah 6 thn bisa tertawa 300 – 400 kali sehari, orang dewasa rata-rata hanya tertawa 15 kali sehari. Kamu bohong kan ?. Tiap hari kamu cemberut…jelek, sesat and gak sehat loh !

Senam tertawa adalah tertawa yang dilakukan bersama-sama satu kelompok orang atau tertawa berjamaah, dilakukan secara sengaja dengan melalui suatu aba-aba.

Secara sengaja kita masing-masing tertawa (tertawa alami) yakni tertawa yang datang sendirinya dari dalam, tanpa rangsangan, agar teman-teman satu kelompok semua ikut tertawa.

Mengapa ?

Karena tertawa itu bisa meningkatkan kesehatan kita baik fisik maupun mental, murah dan mudah dilakukan setiap orang.

Dengan berkelompok hasilnya lebih efektif. Tertawa 1 menit sebanding dengan olah raga aerobic 10 menit.

Manfaat tertawa;

menanggulangi stress; membuat otot wajah menjadi rileks dan awet muda; meningkatkan sistim ke-kebalan tubuh; merangsang pengeluaran endorphin, serotonin, dan meIantonin yang membuat perasaan menjadi tenang, nyaman dan bahagia; dapat menurunkan tekanan darah tinggi, mencegah penyakit jantung.

Tertawa dapat disamakan dengan meditasi dinamis. Karena sewaktu tertawa kita tidak berpikir apa-apa. Saat kita berpikir tertawanya tidak lepas.

Cara pelaksanaan senam tertawa;

Semua orang berdiri melingkar; diberikan aba-aba “Ketawa Yuk”: dijawab sambil menghentakkan kepalan tangan kiri yang diangkat dari atas kebawah, sambil teriak “Yes !!! “.

Diulang sekali lagi “Ketawa Yuuk”, dijawab “Yes” diberi aba-aba: Tertawa, dijawab sambil menghentakkan kepalan tangan kiri yang diangkat dari atas kebawah: Bisa !!!, diulang: Tertawa, dijawab: Bisa !!!.

Bersama-sama mengucapkan: Ha…ha ha….! HL.hL.hL.! Ho…ho… ho..! (2x);

Lalu semua serentak tertawa lepas: Ha…ha…ha…ha….tanpa henti; peserta aktif bergerak keteman-teman kiri kanan, saling tatap mata tertawa murnipun terjadi sampai ada yang mengeluarkan air mata.

Setelah setengah sampai satu menit, melihat situasi peserta sudah capai atau belum, untuk berhenti, aba-aba diberikan sambil bertepuk tangan ha….ha…ha…ho…ho….ho…. Diulang beberapa kali sampai semua berhenti tertawa. Kemudian diulang dari awal lagi, sampai tertawanya bisa serentak semua tanpa kecuali
ikut tertawa.

Sumber : Buku LAUGH FOR NO REASON (Terapi Tertawa); oleh Dr. Madan Kataria.

yoga tertawa


Tertawa adalah ekspresi kebahagiaan dan bisa dilakukan tanpa syarat," ungkap Armand Archisaputra, Instruktur Klub Tawa Seuri Euy. Menurut Armand, terapi tertawa sama khasiatnya dengan meditasi sehingga sering disebut juga yoga tawa.
Tentu saja bukan sembarang tertawa melainkan tertawa alami. "Datang dengan sendirinya dari dalam diri kita tanpa bantuan atau rangsangan dari luar seperti banyolan atau lawakan." Jadi, harus ikut pelatihan tawa terprogram dibantu instruktur atau terapis. Dengan tertawa alami, bebas, dan lepas, ujar Armand, "Terjadi proses biologis dan psikologis positif. Pembuluh darah melebar, oksigen yang masuk ke dalam tubuh lebih banyak, sehingga sel tubuh mendapatkan nutrisi dan sistem kekebalan tubuh meningkat."
Pasien juga disarankan ber latih pernapasan sebelum terapi. "Soalnya, total waktu terapi tawa berkisar sejam di setiap programnya, sementara pasien diharapkan tertawa selama satu menit. Itu sama dengan mengayuh sepeda selama 10 menit. Sama-sama mengucurkan banyak keringat karena merangsang jantung dan peredaran darah."
Pada saat tertawa lepas, kondisi otak berada pada gelombang alfa (titik nol pikir atau zero mind). "Tertawa meningkatkan kadar endorphin yang mengurangi rasa sakit akibat radang sendi atau kejang otot," jelas Armand. Terapi tawa juga bisa meringankan bronchitis, asma, migren, karena tertawa bisa meningkatkan kapasitas paru-paru dan kadar oksigen dalam darah. Masih sederet lagi khasiat tertawa.
Tapi hati-hati, terapi ini punya efek negatif bagi beberapa penyakit. "Pasien wasir akut, jantung dengan sesak napas, pasca operasi, hamil, flu, TBC, dan glukoma dianjurkan tidak mengikuti terapi ini. Pasalnya, saat tertawa, muncul tekanan-tekanan dalam perut, " jelas Armand.

Terapi Tertawa Bisa dilatih


Dalam kenyataannya, tertawa tidaklah selalu mudah bagi setiap orang. Pada umumnya, orang terlalu tenggelam oleh masalah-masalahnya sendiri sehingga tidak bisa melihat sisi humor dari masalah itu. Bila kita bisa melihat permasalahan kita dari sisi yang berbeda, sisi yang membuat kita tertawa, maka kita akan bisa melihat penyelesaiannya dengan lebih mudah.
Selain itu, kemampuan untuk mentertawakan situasi tak menyenangkan yang sedang dihadapi, juga membuat kita merasa lebih kuat, memunculkan perasaan positif dan harapan. Kita pun bisa lepas dari depresi dan perasaan tak berdaya bila mampu mentertawakan hal-hal yang biasanya membuat kita resah.
Salah satu cara untuk bisa lebih mudah tertawa adalah dengan lebih sering melihat hal-hal yang mudah membuat kita tertawa, contohnya yaitu kartun, parodi, lawakan, buku yang bersifat humor, hingga film komedi. Terkadang di sekeliling kita pun ada Qrang-orang yang bisa kita contoh karena selalu bisa melihat sisi humor dari setiap permasalahan hidup, sehingga hidupnya jauh dari ketegangan.
Jadi yang dimaksud dengan terapi humor di sini, sama sekali bukan dengan jenis humor yang sifatnya mengejek, agresif, atau bersifat melecehkan orang lain. Humor yang kasar atau yang menyakitkan hati tentu saja tidak akan bisa menyembuhkan bukan?

Terapi tertawa



Tertawa adalah bahasa universal, semua bangsa memilikinya.
Di jaman yang serba penuh gejolak ini , kita perlu media untuk
mengatasi rasa stres yang mendera kita.... ”Stres yang berkepanjangan (kronik) akan menyebabkan sistem kekebalan (imun) menurun. Akibatnya berbagai penyakit dan kelemahan menurun. Malahan mampu menyebabkan kanker hingga stroke,” kata Dr. Yul Iskandar, Ph.D. (Seorang pakar terapi tertawa dari RS Guna Dharma).
Beban hidup dan tuntutan hidup yang harus dipenuhi , membuat tertawa menjadi barang langka. Padahal tertawa sangat berefek positif pada mental seseorang.
Tidak heran kalau psikiater Yul Iskandar menyarankan agar orang tertawa. Pasalnya orang yang mudah tertawa lebih cepat sembuh dari penyakit daripada orang yang lebih banyak mengeluh apalagi menangis.

Teknik Terapi

Teknik ini dikembangkan oleh RS Dharma Graha. Biasanya dianjurkan dilakukan dalam grup minimal lima hingga 10 orang ke atas. Pemandu yang menguasai materi, mampu dan mudah tertawa amat diperlukan dan harus mengemukakan pada seluruh kelompok bahwa akan dilakukan terapi tertawa.
Sebelum dimulai tertawa bersama, harus dilakukan pernapasan dengan latihan pernapasan yang meliputi pernapasan perut atau pernapasan diafragma. Kemudian pemandu memberi aba-aba untuk tertawa bersama-sama, sekeras-keras dan selebar-lebarnya. Bila grup kurang kompak, maka tertawa akan berlangsung singkat. Bila hal itu terjadi, perlu diulangi dengan mulai latihan pernapasan dan pemandu memberi kode untuk tertawa dengan nada haa-haa-haa-hii-hii-hii-huu-huu-huu lalu tertawalah sekeras-kerasnya.
Ada pantangan dalam terapi ini, jangan dilakukan bila grup kurang dari lima. Jangan mentertawakan orang lain dan tidak perlu joke yang konyol atau basi yang dapat membuat marah teman grup. Terapi tertawa membuat muka menjadi relaksasi, kerut-kerut hilang tampak awet muda kembali.
Tertawa dalam 5-10 menit dapat merangsang pengeluaran endorphin, serotin ditambah melatonin. Yang merupakan zat kimia positif. Release dari zat tersebut menyebabkan perasaan tenang dan tenteram. Tertawa juga mengurangi pengeluaran adrenalin, kortisol dan radikal bebas yang disebut zat kimia jahat. Selain itu dapat juga menurunkan tekanan darah dan detak jantung, mengurangi kadar kolesterol jahat. Sistem immune juga dirangsang dengan tertawa, yaitu salah satunya melalui sel antikanker yang akan memakan sel kanker dalam tubuh.
Jadi, tunggu apa lagi. Bila Anda banyak memiliki waktu luang saat jam makan siang di kantor Anda, cobalah tertawa sepuas-puasnya atau seringlah tertawa dengan rekan kerja Anda. Asal tentu saja lihat lokasi dan kondisi Anda saat itu. Selamat mencoba.